Sejarah Paroki

DARI STASI HINGGA ST THEODORUS  SUKAWARNA

Pada tahun tujuh puluhan Yayasan Universitas Katolik Parahyangan Bandung membeli sebidang tanah di Kampung Cibogo Bawah Kelurahan Sukawarna Kecamatan Sukajadi. Tanah tersebut diperuntukan bagi perumahan karyawan Universitas Katolik Parahyangan Bandung. Dengan pertimbangan,  kemungkinan yang akan mendirikan rumah di atas tanah tersebut adalah sebagian besar karyawan  yang beragama Katolik, maka yayasan Unpar menyediakan sebidang tanah  lebih kurang 700 meter persegi

Tanah untuk perumahan tersebut secara kebetulan berdekatan dengan perumahan TNI AU Lanuma Husein Sastranegara Bandung. Diantara mereka juga, khususnya pendatang dari luar Kota Bandung, ada yang beragama Katolik. Karyawan Unpar yang tinggal di perumahan tersebut menggabungkan diri ke dalam Lingkungan Cibogo Paroki Santa Perawan Maria Sapta Kedukaan (Paroki Pandu)

Gereja Stasi Sukawarna diberkati pada tanggal 17 Agustus 1985 oleh Mgr. Alexander Djajasiswaja. Pr

Lingkungan perdana yang termasuk ke dalam Stasi Sukawarna adalah Lingkungan Kompleks Perumahan Sukaraja I, Komplek perumahan Sukasari, Komplek perumahan dosen unpar, dan kompleks perumahan Sarijadi

Sampai dengan akhir tahun 2009 Stasi Sukawarna membina 13 lingkungan dengan jumlah kepala keluarga 522.

 Dewan Stasi Perdana saat itu adalah :

Ketua : Bp. Y. Haryanto (alm.)
Wakil I : Bp. A. Bambang M. Witono
Wakil II : Bp. Agustinus Subakti
Sekretaris I : Bp. Y. Gunawan
Sekretaris II : Bp. R. Wahyudi Triweko
Bendahara : Bp. Hasan
Sie Dana : Bp. Edward Nurima
Bp. Herry Hermanus
Sie KeamananBp. C. Suharsono
Bp. F.X. Suradji
Bp. A. Tubi
Bp. Sutikno