Rekoleksi Legio Maria Kuria Bandung Barat

Tema: Quo Vadis, Legio Maria?

Pada hari Sabtu, 23 Agustus 2025, para legioner — baik aktif maupun Auxilier — Kuria Bandung Barat mengikuti rekoleksi bertema “Quo Vadis, Legio Maria?” yang dibawakan oleh RP. Candra, SMM. Acara yang berlangsung di Aula Paroki Pandu ini menjadi kesempatan berharga untuk menimba semangat baru dalam panggilan dan perutusan Legio Maria.

Rekoleksi diawali dengan doa memohon kehadiran Roh Kudus, agar setiap peserta semakin terbuka pada bimbingan dan pembaruan hati. Dalam pengantar, Romo Candra mengingatkan makna pertanyaan klasik “Quo vadis, Domine?”“Ke mana Engkau pergi, Tuhan?” (lih. Yoh 16:5). Pertanyaan inilah yang menjadi refleksi bersama: ke manakah arah langkah Legio Maria di tengah dunia dan Gereja masa kini?

Spiritualitas Katolik

Pada awal sesi, Romo Candra menguraikan dasar spiritualitas Katolik, yaitu keterarahan hati manusia untuk mengalami persatuan dengan Allah. Spiritualitas ini menyentuh dimensi terdalam hidup manusia dan berpijak pada enam unsur pokok:

  1. Gambaran Allah – bagaimana umat memandang Allah dan mengalami kasih-Nya.
  2. Konteks sejarah manusia – situasi konkret zaman yang membentuk cara beriman.
  3. Doa – relasi pribadi dengan Allah sebagai sumber kekuatan rohani.
  4. Misi – panggilan untuk mewartakan Injil dalam kehidupan nyata.
  5. Pengalaman – perjumpaan dengan Allah dalam keseharian.
  6. Inkulturasi – pewartaan iman yang bersatu dengan budaya setempat.

Semua unsur ini membentuk wajah spiritualitas Katolik yang hidup, dinamis, dan mengarahkan umat kepada kekudusan sejati.

Spiritualitas St. Montfort

Selanjutnya, peserta diajak menggali spiritualitas St. Louis-Marie Grignion de Montfort, yang menjadi fondasi bagi banyak devosi kepada Maria. St. Montfort menekankan jalan penyerahan diri total kepada Yesus melalui tangan Maria. Bagi Montfort, Maria adalah jalan paling singkat, aman, dan sempurna untuk sampai kepada Kristus. Semangat ini sejalan dengan panggilan Legio Maria, yang berpusat pada Kristus namun dijalani bersama dan melalui Bunda-Nya: Per Mariam ad Iesum.

Spiritualitas Legio Maria

Dengan latar belakang tersebut, Romo Candra menegaskan kembali identitas Legio Maria. Legio berdiri atas dasar iman mendalam akan Allah dan kasih-Nya, dengan tumpuan pada penyertaan Tuhan dalam tugas ganda: menguduskan diri dan sesama. Legio ibarat “rahim rohani” — tempat iman dipelihara, dilindungi, dan dilahirkan kembali dalam pelayanan nyata.

Dalam refleksi, peserta diajak berdiskusi dalam kelompok dengan pertanyaan:
“Sejauh mana gambaran Allah yang saya imani menuntun saya menuju kekudusan hidup pribadi sekaligus menolong sesama semakin dekat dengan Kristus?”

Hasil diskusi dipresentasikan kembali dalam pleno bersama.

Penutup

Rekoleksi ditutup dengan doa syukur, sambil meneguhkan harapan agar setiap legioner berani menjawab tantangan zaman ini. Bersama Maria, Bunda Berbelas Kasih, Bunda dan Pengantara Segala Rahmat, Legio Maria dipanggil untuk terus berjalan seiring Kristus, menuju Bapa.

Itulah jawaban atas pertanyaan besar: “Quo Vadis, Legio Maria?”

Ditulis oleh: Skukuhw Soeparno

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *