Oleh Wiwit
Perayaan Misa Hari Raya Natal 2021 Paroki Santo Theodorus pada pukul 9.30 dilayani Pastor Vikaris, Pastor Johanes Sumardi OSC. Sedangkan misa pukul 07.00 oleh Pastor Yohenes Djino Widyasuhardjo OSC. Kami merayakan misa dengan tetap menjalankan prokes. Meski demikian, arus umat yang hadir cukup melonjak. Setidaknya petugas terlihat lebih sibuk. Sebagai antisipasi sudah disiapkan ruangan di samping gereja. Dekorasi tampak tertata apik rapih dan elegan. Bunga Mawar dan Lily putih mendominasi seputar altar. Palungan dan sesosok patung bayi melambangkan simbol kelahiran Juru Selamat terpajang di depan Altar. Perayaan menjadi lebih meriah, karena koor Wanita Katolik Republik Indonesia Cabang Sukawarna bernyanyi dengan semangat dan sepenuh hati.
Pastor Sumardi menyampaikan bahwa dalam injil Yohanes disampaikan tentang firman yang adalah Allah. Dalam Injil Yohanes yang berbeda dengan tiga Injil Sinoptik yaitu Matius, Markus dan Lukas mengisahkan perjalanan secara kronologis tentang kelahiran Yesus. Sejak warta Malaikat kepada Maria sampai kelahiran Yesus Kristus. Pesan dari ketiga pengarang injil ini adalah bahwa Tuhan hadir dan terlibat dalam kehidupan manusia. Kelahiran Yesus melalui perawan Maria menggambarkan betapa eratnya relasi Allah dengan manusia. Allah yang selalu rindu pada manusia.


Injil Yohanes mewartakan bahwa Yohanes Pembaptis membuka jalan bagi kedatangan Anak Allah yang sudah hadir lebih dahulu daripadanya. Penggambaran kelahiran Yesus melalui rumusan Theologi bahwa Allah adalah firman, Allah adalah Sabda dan firman itu telah menjadi manusia dan tingga di antara manusia. Yohanes menggambarkan kisah kelahiran Yesus melalui konsep iman. Walaupun berbeda cara penyampaiannya tetapi hendak menggambarkan bahwa Allah sungguh hadir. Allah memasuki sejarah hidup manusia. Allah kita adalah Allah yang dekat, demikian pemahaman hidup kristiani.
Imanuel, Allah beserta kita sungguh menjadi dasar iman kita. Pesan yang akan Yohanes sampaikan adalah Allah yang hadir itu penuh kasih karunia dan kebenaran. Secara eksplisit Yohanes menyampaikqn bahwa indikator Allah hidup pada manusia adalah ketika ada kasih dan kebenaran.
Demikian homili Pastor Sumardi. Hari itu hadir 327 umat. Cukup banyak yang berada diluar pagar gereja dan tetapi masih tetap dilayani komuni oleh para Asisten imam.
