Asisten Imam disingkat AI yang sebelumnya dikenal sebagai Prodiakon telah mengadakan sebuah kegiatan pada hari Minggu 7 Agustus 2022 bersama pastor paroki Clemens Tribawa Saksana OSC. Kegiatan ini bertujuan memberikan waktu untuk saling mengenal antar petugas. Membuat simpul kedekatan dan keterlibatan yang lebih kuat dalam komunitas AI.

Paroki Theodorus memiliki 30 AI yang melayani 16 lingkungan. Mgr. Antonius Subianto Bunjamin telah melantik para AI berdasarkan KEPUTUSAN USKUP KEUSKUPAN BANDUNG nomor : 148 – SK/Mgr/XII/2021 saat periode Pastor Yohanes Djino Widyasuharjo, OSC. pastor paroki sebelumnya. Para AI akan bertugas selama periode 2021-2024. Asisten Imam diangkat Uskup atas dasar usulan pastor paroki untuk membantu tugas imamatnya. Itulah maka sebagai Asisten Imam menjadi Asisten pastoral.
Para AI dilantik pada saat suasana masih terasa mencekam akibat pandemi Covid 19. AI adalah petugas ibadat, orang awam, yang diangkat oleh Uskup melalui surat keputusan atau surat tugas untuk tempat, waktu dan tugas tertentu. Tugas AI membantu imam menerimakan komuni bagi umat yang berhak menerima hosti kudus pada Perayaan Ekaristi dan diluar perayaan, misalnya saat perayaan sabda dan komuni bagi orang sakit. Memimpin ibadat dan melaksanakan tugas yang diberikan pastor paroki seperti memimpin ibadat sabda dan upacara pemakaman. Ada juga tugas-tugas tambahan misalnya menggantikan tugas lektor apabila petugas berhalangan.
Kegiatan pada waktu itu salah satunya diisi dengan perkenalan dan tanya jawab menghasilkan masukan. Beberapa AI merasa harus diberikan pembekalan agar meningkatkan kompetensi, dan kecakapan-kecakapan lain.
Selain melayani umat para AI ingin mengembangkan nilai pelayanan yang masih pada kulit luar belum meresap menjadi sebuah kesadaran yang membawa komunitas ini lebih mencintai pelayanannya. Ketua AI Stefanus Widjaja dan Wakil Bidang Liturgi Ignatius Setyawan mendorong para anggota AI untuk meningkatkan pelayanan pada warga lingkungan.
Pastor Bowo menyampaikan bahwa sangat senang dan terkesan dengan kegiatan keakraban pada sore dan malam hari itu. Ada harapan bahwa Paroki kita akan berkembang lebih baik. Sebab dinamika umat dan para pengurus serta AI terasa hidup, demikian disampaikan pastor yang pernah bertugas di Agats selama 12 tahun. Saat perkenalan banyak sharing dan harapan yang sangat menyentuh dari AI diantaranya ingin menjadikan pelayanan sebagain AI menjadi jalan berkat. Semoga para AI dapat menerima penugasannya sebagai pemberi hosti kudus untuk umat serta melaksanakan tugasnya dengan sikap hormat, sadar akan apa yang disentuhnya. Perbincangan malam itu diselingi dengan santap malam bersama. Kegiatan dilaksanakan di tempat ruang terbuka didepan gedung sekretariat WKRI. Beberapa ibu istri AI, tampak dengan sukacita mempersiapkan dan melayani konsumsi pada pertemuan malam itu.
[Wiwit]

