MENCARI, MENEMUKAN, DAN MELANGKAH

“Aku mau lebih dekat sama Tuhan”

Itulah alasan mengapa aku memutuskan untuk bergabung menjadi bagian dari Putri Sakristi.

Belakangan ini aku merasa hubunganku dengan Tuhan tidak sehangat dulu. Aku berdoa setiap hari, tapi rasanya doa hanya sebuah kewajiban yang harus dilakukan setiap hari. Dulu, setiap berdoa aku bisa merasakan kedekatannya dengan Tuhan, aku bisa ngerasain koneksi antara aku dan Tuhan setiap kali berdoa. Tapi sekarang, semuanya terasa berbeda. Saat berdoa aku tidak benar benar mendapatkan maknanya. Sedih dan kecewa pada diri sediri, sejak kapan? aku sendiri bingung sejak kapan jadi seperti ini, apalagi aku tau kalo aku orang yang cukup konsisten dalam doa.

Suatu hari aku diajak sama temen temen buat bergabung menjadi bagian Putri Sakristi. Setelah dipikirkan akhirnya aku ikut, dengan alasan sederhana, “Semoga bisa lebih dekat sama Tuhan”

Beberapa waktu kemudian kami mendapatkan kabar bahwa akan diadakan Ziarah Rohani yang berlangsung selama 3 hari di Purwokerto. Jujur saja saat mendengar akan diadakan Ziarah aku tidak memikirkan apa apa. “Oke deh ikut, lagian ini kan kegiatan positif, sekalian ngisi waktu liburan deh biar seru seruan bareng temen temen” Awalnya pikirku hanya seperti itu, kegiatan yang menyenangkan untuk mengisi waktu libur, aku tidak membayangkan bahwa perjalan ini akan menjadi perjalanan yang berarti untuk diriku.

Beberapa hari sebelum keberangkatan panitia membagikan rundown acara selama ziarah, aku lihat kita akan ke Goa Maria setiap harinya, sejak hari itu aku udah membuat niat dan bilang ke diri sendiri “Oke, fokus doa, cari koneksinya lagi, biar lebih deket sama Tuhan.” Kira kira gitu karna kayak yang aku bilang, aku sedih dan kecewa sama diri sendiri karna doa rasanya hambar. Aku sudah lelah doaku rasanya kosong.

Hari yang ditunggu akhirnya datang juga. Kami berkumpul sejak pukul 05.00 pagi, karna masih mengantuk sebagian besar perjalanan di bis dihabiskan untuk tidur. Kami juga nyanyi, ngobrol dan bercanda bersama sama, perjalanan jadi menyenangkan karna bersama teman teman.

Tujuan pertama kami adalah Goa Maria Ratu Surga. Disana kami mengikuti Jalan Salib bersama. Cuaca siang itu cukup panas, tapi semuanya tetap berjalan dengan penuh semangat. Setelah selesai, kami masuk ke dalam gereja, jujur aku langsung kagum dengan bangunannya, indah dan terasa damai. Kami melanjutkan perjalanan ke hotel dan sesampainya disana kami mengikuti Misa Jumat Pertama, lalu makan malam bersama.

Malam harinya baru deh mulai terasa menyenangkan. Kami bernyanyi, menari, bercanda, dan menghabiskan waktu bersama. Suasananya hangat dan sengat menyenangkan. Rasanya aku semakin dekat dengan teman teman. Rasanya hangat banget di malam itu.

Sebelum masuk ke kamar kami dibagikan rosario,
cantik banget, sampe aku liatin terus saking cantiknya, dan yang bikin aku
kaget rosarionya buatan tangan dengan beda beda motif, pokoknya cantik banget.
Setiap kali liat rosarionya rasanya pengen doa, sayang rasanya kalo rosarionya
cuma disimpan tanpa dipake doa

Malam itu kami akhirnya kembali ke kamar masing
masing. Aku sempat main ke kamar teman sebentar, mengobrol dan bercanda sebelum akhirnya kembali ke kamarku sendiri. Kami masih sempat untuk mengobrol sebelum tidur. Aku menutup hari itu dengan hati yang gembira dan Bahagia.

Kalo ditanya hari yang paling berkesan selama
ziarah, aku pasti jawab hari kedua. Pagi itu kami memulai hari dengan senam di
lapangan, sederhana tapi karna dilakuin bersama teman jadi menyenangkan.
Setelah sarapan di hotel kami melanjutkan perjalanan menuju Goa Maria Kaliori

Sesampainya disana aku takjub, tempatnya indah
dan sejuk, suasananya begitu tenang. Kami memulai kegiatan dengan doa rosario
bersama, setelah itu kami diberi waktu untuk berdoa secara pribadi. Aku
menggunakan kesempatan itu untuk mendoakan banyak hal. Aku berdoa untuk diri
sendiri, keluarga, teman teman dan semua pergumulan di dalam hati. Doa hari itu
terasa begitu tenang, tidak terburu buru, hati rasanya tenang.

Setelah selesai berdoa kami diarahkan ke ruang
adorasi. Pertama kali masuk aku langsung merasakan suasana yang berbeda,
ruangan begitu hening. Entah kenapa setiap kali masuk ruang adorasi selalu
merinding, bukan takut, tapi ada perasaan damai yang sulit dijelaskan.

Aku mulai berdoa lagi. Selama ini yang kupendam
perlahan mulai keluar, lalu satu kalimat yang sudah lama ingin kusampaikan
tanpa sadar keluar

“Tuhan… Nadine kangen”

Keluar begitu  saja, tidak dibuat buat, dan tanpa sadar air
mata langsung jatuh.
Aku kembali berkata dalam
hati, “Kenapa jadi gini Tuhan? Nadine sedih.” Di momen ini untuk pertama
kalinya aku dapat merasakan kehangatan lagi saat berdoa, merasakan yang selama
ini terasa kosong, merasakan koneksinya lagi dengan Tuhan. Memang belum besar,
tapi ada. Senang, bahagia. Aku keluar dengan hati damai

Setelah itu kami melanjutkan perjalanan menuju
Gereja Katedral Purwokerto. Disana kami disambut hangat dengan teman teman
Putra Putri Altar. Kami berdoa di gereja dan mengikuti games yang sudah
disiapkan oleh teman teman

Kami tertawa bersama, saling bekerja sama dalam
permainan dan tidak terasa menjadi akrab padahal baru pertama kali bertemu.
Sebelum berpisah kami saling bertukar Instagram. Senang rasanya dapat teman
baru dari luar kota

Sore harinya keseruan masih berlanjut, kami
melakukan permainan kelompok di lapangan yang sebagian besar menggunakan air,
kami basah, tapi justru itu yang bikin seru. Permainan yang paling kuingat
adalah mengambil permen dari tumpukan tepung tanpa tangan tapi pake mulut, lucu
banget rasanya ngeliat muka temen temen kotor sama tepung, konyol

Kelompokku bukan menjadi juara utama, tapi kami
dapat penghargaan sebagai kelompok terheboh, kami langsung tertawa mendengar
pengumuman itu. Karena selama bermain kami selalu teriak menyemangati satu
salam lain

Malamnya teman teman PPA dari katedral datang
ke hotel, kami makan malam bersama, menyalakan api unggun, bernyanyi dan
mengobrol. Hari kedua benar benar menjadi hari yang paling berkesan, dapat
merasakan imanku bertumbuh Kembali dan kebersamaan bersama teman teman di malam itu

Tak terasa hari terakhir ziarah akhirnya tiba.
Setelah misa pagi dan sarapan bersama, kami meninggalkan hotel untuk tujuan
terakhir yaitu Goa Maria Relung. Perjalanan menggunakan angkot, jalannya belok
belok dan sempit.

Sesampainya disana, kami berjalan sedikit
menanjak menuju goa. Dari semua goa yang dikunjungi, menurutku ini salah satu
goa yang paling indah. Ada satu goa yang untuk masuk kedalamnya harus sedikit
menundukkan kepala karena benar benar di dalam goa. Suasananya sejuk, tenang,
dan di dalamnya terdapat mata air yang membuat tempat terasa semakin damai

Aku kembali berdoa, air mataku jatuh tapi bukan
karna bersedih melainkan tangisan syukur. Bersyukur perjalanan ini lancar,
dapat teman teman baru dan yang paling penting aku bisa merasakan kedekatan
lagi dengan Tuhan setelah sekian lama tidak merasakan.

Sebelum pulang kita berdoa lagi di salah satu
goa disana, “Terimakasih Tuhan.” Terimakasih bahwa Tuhan tidak pernah pernah
benar benar pergi. Perjalananku untuk semaki dekat dengan Tuhan masih Panjang,
tapi aku tau bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkanku sendirian.

Setelah check out dari hotel, kami akhirnya
pulang ke Bandung. Suasana bus tetap seru, kami mengikuti kuis dari panitia,
bernyanyi dan ngobrol. Sampai di tujuan ternyata Papa sudah menunggu. Sepanjang
perjalanan dirumah aku ngga berhenti buat cerita ke papa apa aja yang terjadi
disana.

Kalo ada yang paling aku syukurin dari ziarah

ini, bukan sekedar mengunjungi banyak tempat, tapi aku bisa merasakan Kembali
kedekatan dengan Tuhan. Aku piker ziarah ini cuma jadi kegiatan selama tiga
hari mengisi waktu liburan, ternyata aku pulang bawa sesuatu yang lebih
berharga.

 Sampai sekarang aku masih terus belajar untuk menjaga hubunganku dengan Tuhan, bedanya sekarang aku tau bahwa Tuhan tidak pernah benar benar pergi. Aku pulang dengan rasa syukur dan harapan baru, ziarah memang sudah selesai tetapi mendekat kepada Tuhan akan terus berlanjut.

penulis : Nadine Calista Hasianna Siahaan