Minggu, 21 September 2025, berlangsung kegiatan Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) di Seminari Tinggi Fermentum. Suasana hangat terasa sejak awal pembukaan, saat para frater memperkenalkan diri sebagai pendamping. Untuk kelompok remaja, pendampingan diberikan oleh Frater Bria.

Peserta dibagi menjadi dua kelompok: anak-anak Bina Iman Anak (BIA) serta gabungan Komunitas Siswa Katolik (KSK) dan Bina Iman Remaja (BIR). Untuk mencairkan suasana, acara diawali dengan permainan ice breaking “Samson, Delila, dan Singa”. Permainan ini sederhana namun seru, dengan aturan: Samson mengalahkan Singa, Singa mengalahkan Delila, dan Delila mengalahkan Samson. Selain mengundang tawa, permainan ini juga menumbuhkan keakraban antar peserta.
Materi BKSN: Pembaruan Relasi dengan Allah
Setelah permainan, kegiatan dilanjutkan dengan pendalaman Kitab Suci bertema “Pembaruan Relasi dengan Allah.” Melalui nubuat Nabi Maleakhi, peserta diajak merenungkan bahwa Allah memperhatikan setiap perbuatan manusia dan menghakiminya seturut tindakannya. Karena itu, kita dipanggil untuk memperbarui relasi dengan-Nya dengan ketaatan pada kehendak Allah yang selalu menghendaki hidup kekal bagi umat-Nya.
Ibadah bukanlah sekadar formalitas atau transaksi antara kita dan Allah. Doa bukan berarti harus selalu langsung terkabul. Sebaliknya, doa adalah wujud relasi intim dengan Tuhan. Jika relasi kita kuat, kita akan semakin merasakan penyertaan-Nya dalam setiap langkah hidup, bahkan tanpa harus selalu kita minta.
Lomba & Sosialisasi Seminari
Selesai sharing, peserta mengikuti lomba merangkai Injil yang menantang daya ingat dan kerjasama kelompok. Setelah itu, para frater memberikan sosialisasi mengenai kehidupan di Seminari Tinggi Fermentum: sejarah, kegiatan, dan semangat yang membentuk para calon imam diosesan Keuskupan Bandung.

Nama Fermentum sendiri berarti “ragi.” Saat Mgr. Alexander Djadjasiswaja diangkat menjadi Uskup, Santo Yohanes Paulus II berpesan agar Keuskupan Bandung menjadi seperti ragi yang mengembangkan. Filosofi ini menjadi dasar formasi para frater: bertumbuh menjadi pribadi yang semakin matang, berakar dalam iman, dan siap melayani.
Spiritualitas & Formasi Seminari
Seminari Tinggi Fermentum berpegang pada tiga landasan spiritualitas:
- Yesus Kristus – model utama dalam iman.
- Uskup Bandung – ketaatan pada visi dan misi Bapak Uskup.
- Yohanes Pembaptis – pelindung seminari, teladan pewartaan iman yang berani, kritis, rendah hati, serta melayani dengan terbuka dan kontekstual.
Saat ini komunitas Seminari terdiri dari 42 frater, mulai dari Tahun Orientasi Rohani (TOR), tingkat 1 hingga 6, Tahun Orientasi Pastoral (TOP), hingga tahap diakonat menuju tahbisan imam.
Formasi dijalani melalui empat aspek utama:
- Kepribadian – pengolahan diri menjadi pribadi dewasa.
- Rohani-Spiritual – membangun hidup doa yang mendalam.
- Intelektual – studi filsafat dan teologi di bangku kuliah.
- Pastoral – keterlibatan langsung dalam pelayanan umat.
Penutup
Acara ditutup dengan makan siang bersama dan sesi foto kenangan. Kegiatan BKSN di Seminari Tinggi Fermentum ini tidak hanya memberi keceriaan, tetapi juga mengajarkan pentingnya membangun relasi yang erat dengan Tuhan, sekaligus membuka wawasan tentang perjalanan panjang para frater menuju imamat.
Semoga kegiatan seperti ini semakin sering diadakan—bukan hanya menyenangkan, tetapi juga menumbuhkan iman dan mendekatkan kita kepada Allah.


Penulis: Pakpahan, E. Mirakhel N. Shayna

