Misa Penutupan Bulan Maria Wilayah III St Theodorus Bandung

Bandung, 30 Mei 2025 — Dalam suasana hening penuh syukur dan cinta akan Bunda Maria, umat Wilayah III Paroki St. Theodorus menggelar Misa Penutupan Bulan Maria pada Kamis malam, 30 Mei 2025. Bertempat di halaman bekas TK Borromeus, sekitar 80 umat dari berbagai lingkungan hadir dengan khusyuk, membawa serta doa, harapan, dan persembahan cinta kepada Sang Bunda Gereja.

Misa Kudus ini dipimpin langsung oleh Pastor Clemens Tribawa Saksana, OSC, Pastor Paroki St. Theodorus, yang dalam homili singkatnya mengajak umat untuk merenungkan bacaan Injil dari Lukas 1:39–56, yakni kisah kunjungan Maria kepada Elisabet.
“Betapa besar kekuatan kehadiran fisik yang tulus dalam menghadirkan sukacita,” tutur Pastor Clemens, meresapi makna ziarah Maria yang menyeberangi pegunungan demi menemui saudarinya yang mengandung. Kehadiran Maria bukan sekadar kunjungan, melainkan pelukan kasih yang meneguhkan semangat dan membawa sukacita surgawi bagi Elisabet.
Pastor Clemens juga menyinggung realitas zaman kini, di mana empati sering kali dikirimkan hanya melalui pesan-pesan digital seperti WhatsApp—cepat dan praktis, namun kerap kali terasa hambar, dingin, bahkan tak menyentuh batin mereka yang tengah terpuruk atau membutuhkan pelukan nyata.
“Kita akhirnya tetap merasa sendiri, meski pesan sudah diterima. Tapi hati tetap sepi karena tak ada yang sungguh hadir,” lanjutnya dengan nada reflektif.

Usai perayaan Ekaristi, suasana malam dilanjutkan dengan ramah tamah sederhana namun hangat, dipersiapkan oleh para ibu dari berbagai lingkungan Wilayah III. Sajian makanan berat, makanan ringan, dan obrolan santai antarwarga menjadi perekat yang menyenangkan, mempererat relasi dan rasa kekeluargaan dalam iman.
Refleksi dan Aktualisasi
Kisah Maria dan Elisabet bukan sekadar sejarah iman, melainkan undangan nyata bagi kita untuk menghadirkan kasih secara konkret. Dalam dunia yang semakin terhubung secara virtual namun terputus secara emosional, ajakan untuk hadir secara nyata menjadi panggilan mendesak.
Apa aktualisasinya?
- Mengunjungi yang Sakit dan Kesepian
Jangan hanya kirim pesan doa—datanglah, duduklah, dan dengarkan. Hati yang lelah tak butuh kata-kata indah, melainkan pelukan yang nyata. - Membangun Komunitas yang Peduli
Wilayah III telah mencontohkan bahwa kebersamaan yang sederhana mampu menguatkan. Mari perbanyak momen perjumpaan iman yang menghadirkan sukacita sejati. - Menghidupi Spiritualitas Maria dalam Zaman Digital
Di tengah layar dan notifikasi, kita diajak menjadi “Maria zaman ini”: berjalan, menjumpai, dan menghadirkan Allah dalam kasih yang terlihat dan terasa.

Dengan semangat Maria yang berjalan dan menyapa, Misa Penutupan Bulan Maria Wilayah III bukanlah penutup, melainkan pembuka bagi semangat kasih yang nyata di tengah dunia yang kerap sunyi. Hadirlah—bukan hanya di layar, tapi dalam hidup nyata sesamamu.
Ditulis oleh: Skukuhw Soeparno
